Sunday, 10 January 2010
Friday, 25 December 2009
marah yang terpendam
apa yang akan terjadi ketika marah yang telah cukup lama terpendam itu akhirnya keluar ke permukaan?
aku sendiri tidak bisa bisa membayangi apa yang akan terjadi. mungkin saja rasa marah ini salah namun bisa juga jadi benar. sejujurnya aku tidak paham apakah rasa marah ini dikarenakan bahwa aku benar atau aku memang salah.
tetapi apakah aku tidak boleh mengungkapkan emosi aku sebagai seorang manusia yang memang mempunyai hak dasar untuk mengemukakan suaranya.
marah yang yang terasa mungkin hasil dari akumulasi perasaan jenuh, bosan, ketidak puasan,dan penolakan. yang sebenarnya tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. kata-kata memang keluar dari bibir ini namun rasanya tidak pernah pas untuk bisa menggambarkan suasana hati dan situasi yang sedang terjadi karena orang lain belum tentu paham apa yang sedang dialami.
rasa marah itu begitu besar hingga kepala rasanya mau pecah, ingin berteriak sekeras-kerasnya namun terhenti ketika gambaran itu terlintas di kepala. "try to put yourself in his/her shoes", itulah gambaran yang terlintas di kepala.
alhasil rasa marah itu kembali terpendam, terhenti sejenak tetapi ketika datang lagi pemicunya, rasa marah itu menyala lagi namun tetap saja tidak bisa berbuat apa-apa, yang ada hanya diam, tidak berselera untuk melakukan apa-apa, tidak ada hasrat untuk bertemu dengan orang, tidak ada hasrat untuk melemparkan sebuah senyuman, tidak ada hasrat untuk beramah tamah, yang ada hanya bertekuknya wajah menjadi lipatan-lipatan kemarahan.
dan akhirnya aku menjadi mati rasa.
aku sendiri tidak bisa bisa membayangi apa yang akan terjadi. mungkin saja rasa marah ini salah namun bisa juga jadi benar. sejujurnya aku tidak paham apakah rasa marah ini dikarenakan bahwa aku benar atau aku memang salah.
tetapi apakah aku tidak boleh mengungkapkan emosi aku sebagai seorang manusia yang memang mempunyai hak dasar untuk mengemukakan suaranya.
marah yang yang terasa mungkin hasil dari akumulasi perasaan jenuh, bosan, ketidak puasan,dan penolakan. yang sebenarnya tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. kata-kata memang keluar dari bibir ini namun rasanya tidak pernah pas untuk bisa menggambarkan suasana hati dan situasi yang sedang terjadi karena orang lain belum tentu paham apa yang sedang dialami.
rasa marah itu begitu besar hingga kepala rasanya mau pecah, ingin berteriak sekeras-kerasnya namun terhenti ketika gambaran itu terlintas di kepala. "try to put yourself in his/her shoes", itulah gambaran yang terlintas di kepala.
alhasil rasa marah itu kembali terpendam, terhenti sejenak tetapi ketika datang lagi pemicunya, rasa marah itu menyala lagi namun tetap saja tidak bisa berbuat apa-apa, yang ada hanya diam, tidak berselera untuk melakukan apa-apa, tidak ada hasrat untuk bertemu dengan orang, tidak ada hasrat untuk melemparkan sebuah senyuman, tidak ada hasrat untuk beramah tamah, yang ada hanya bertekuknya wajah menjadi lipatan-lipatan kemarahan.
dan akhirnya aku menjadi mati rasa.
Sunday, 13 December 2009
hasil dari tingginya sebuah keinginan
tidak bisa juga dikatakan, telah lama tidak berjumpa namun ketika ada sedikit waktu yang disempatkan untuk bisa bertemu, lahir sebuah keinginan yang cukup tinggi. berharap akan mendapati sebuah pertemuan yang bisa dijadikan penyemangat untuk menjalani minggu yang baru.
bentuk semangat bisa berupa sebuah pelukan hangat atau ciuman manis di kening, pipi atau mungkin di bibir. namun tak kunjung juga didapati, yang ada hanya sebuah keheningan dalam perjalanan dan kesibukan dalam mencari sebuah tempat untuk dapat makan siang bersama dengan para sahabat yang sangat hebat.
sahabat yang hebat, memang sunggun mencerahkan suasana hati dan pikiran. bukannya tidak menyukai pertemuan dengan para sahabat yang hebat, tapi hati kecil dan hasrat tergelitik untuk bisa mendapatkan satu waktu bersama dengan dia. bicara tentang hal-hal ringan, bicara tentang kita.
kita yang kemarin ini dilanda dengan kesimpang siuran rasa, keinginan, tujuan pada masa depan. namun di kala Tuhan memberi waktu itu, yang terjadi hanya sebuah keheningan dalam perjalanan satu setengah jam menuju tempat makan siang dengan para sahabat hebat.
satu setengah jam perjalanan disinggahi dengan menuju sebuah tempat makan es krim yang cukup nyaman untuk bisa menikmati waktu berdua, namun yang terjadi, sekali lagi adalah keheningan dan ketidak konsentrasian terhadap apa yang ada di depan muka masing-masing.
ditemani dengan segelas biggie marblelicious yang diisi dengan corn flakes dan gummy candy, berdua saling menikmati dan cukup sibuk dengan blackberry masing-masing. semakin bertanya ketika saling berjauhan blackberry membuat rasa saling dekat namun ketika bertemu seakan terasa jauh dan bahan pembicaraan terasa hampa. layaknya angin yang siang itu berhembus cukup dingin dan ditemani langit yang mendung, dalam hati meringis ingin rasanya tangan saling tergenggam, namun kedua tangan seperti dilem oleh blackberry masing-masing.
sanggup saja, mendiamkan blackberry itu tapi nampaknya dia tidak bisa. sedih hati ini karena begitu menginginkan kehadiran dia, bukan hanya raganya tapi jiwanya pun juga hadir, tapi hari ini tidak terlihat seperti itu.
keinginan aku yang rindu akan kamu, pada saat kamu ada di hadapanku, hanya cukup diawali dengan pelukan dan ciuman manis di kening dan di bibir aku. keinginan yang cukup sederhana namun maknanya dalam bagi aku. namun terlihat kacamata yang berbeda, mungkin karena situasi yang tidak mendukung. keinginan aku memang sederhana namun aku begitu tinggi mengharapkan sehingga akhirnya aku-pun jatuh ke dalam situasi kecewa. aku bisa saja melupakan keinginan aku namun aku merasa cukup lama mengharapkan itu.
tapi apa daya aku, hanya aku yang memulai memeluk kamu dan berusaha untuk bisa mencium pipi kamu. dan akhirnya aku masuk ke dalam sebuah situasi kecewa karena keinginan aku tidak dapat aku gapai.
tetapi kamu pernah bilang bahwa aku selalu kecewa dan kesal ketika keinginanku tidak terpenuhi. iya, aku memang kesal tapi apakah salah aku mengharapkan itu dari kamu?
hasil dari sebuah keinginan adalah kecewa.
bentuk semangat bisa berupa sebuah pelukan hangat atau ciuman manis di kening, pipi atau mungkin di bibir. namun tak kunjung juga didapati, yang ada hanya sebuah keheningan dalam perjalanan dan kesibukan dalam mencari sebuah tempat untuk dapat makan siang bersama dengan para sahabat yang sangat hebat.
sahabat yang hebat, memang sunggun mencerahkan suasana hati dan pikiran. bukannya tidak menyukai pertemuan dengan para sahabat yang hebat, tapi hati kecil dan hasrat tergelitik untuk bisa mendapatkan satu waktu bersama dengan dia. bicara tentang hal-hal ringan, bicara tentang kita.
kita yang kemarin ini dilanda dengan kesimpang siuran rasa, keinginan, tujuan pada masa depan. namun di kala Tuhan memberi waktu itu, yang terjadi hanya sebuah keheningan dalam perjalanan satu setengah jam menuju tempat makan siang dengan para sahabat hebat.
satu setengah jam perjalanan disinggahi dengan menuju sebuah tempat makan es krim yang cukup nyaman untuk bisa menikmati waktu berdua, namun yang terjadi, sekali lagi adalah keheningan dan ketidak konsentrasian terhadap apa yang ada di depan muka masing-masing.
ditemani dengan segelas biggie marblelicious yang diisi dengan corn flakes dan gummy candy, berdua saling menikmati dan cukup sibuk dengan blackberry masing-masing. semakin bertanya ketika saling berjauhan blackberry membuat rasa saling dekat namun ketika bertemu seakan terasa jauh dan bahan pembicaraan terasa hampa. layaknya angin yang siang itu berhembus cukup dingin dan ditemani langit yang mendung, dalam hati meringis ingin rasanya tangan saling tergenggam, namun kedua tangan seperti dilem oleh blackberry masing-masing.
sanggup saja, mendiamkan blackberry itu tapi nampaknya dia tidak bisa. sedih hati ini karena begitu menginginkan kehadiran dia, bukan hanya raganya tapi jiwanya pun juga hadir, tapi hari ini tidak terlihat seperti itu.
keinginan aku yang rindu akan kamu, pada saat kamu ada di hadapanku, hanya cukup diawali dengan pelukan dan ciuman manis di kening dan di bibir aku. keinginan yang cukup sederhana namun maknanya dalam bagi aku. namun terlihat kacamata yang berbeda, mungkin karena situasi yang tidak mendukung. keinginan aku memang sederhana namun aku begitu tinggi mengharapkan sehingga akhirnya aku-pun jatuh ke dalam situasi kecewa. aku bisa saja melupakan keinginan aku namun aku merasa cukup lama mengharapkan itu.
tapi apa daya aku, hanya aku yang memulai memeluk kamu dan berusaha untuk bisa mencium pipi kamu. dan akhirnya aku masuk ke dalam sebuah situasi kecewa karena keinginan aku tidak dapat aku gapai.
tetapi kamu pernah bilang bahwa aku selalu kecewa dan kesal ketika keinginanku tidak terpenuhi. iya, aku memang kesal tapi apakah salah aku mengharapkan itu dari kamu?
hasil dari sebuah keinginan adalah kecewa.
Saturday, 12 December 2009
obsession? part deux
we met a couple of times, we both didn't know our names, but at some moment both of our eyes got caught at each other but in a second we throw our eyes back.
i kept wondering, what is his name? and where did he go to school?.
it's simple as that.
and one day, i caught him somewhere and i observed him, and i think his quite cute, well not my type but he's ok. one time we got a chance to introduce ourselves and we talked for a long night.
and after all that situation, i am starting to like him, just like him, wondering could i get more close to him? (well, its a pathetic thought, since i just got dumped)
but after all the moment we've been through, as a friend of course!. i find him sometimes is not fun, he's kinda not fun at all, maybe we have come from a different social hang out (i guess).
i try to stop liking him but seems i can't, and when i'm not thinking about him, he came to my dreams and he actually can be really nice to me. i think is just my imagination create that dream, i hate to admit it but its ok, i think i will enjoy it.
am i obsessed on him or he's some kind of... i don't know what it is, but i'll figure it out later in the future and maybe i'll tell him that i like him someday. just like him not more.
i kept wondering, what is his name? and where did he go to school?.
it's simple as that.
and one day, i caught him somewhere and i observed him, and i think his quite cute, well not my type but he's ok. one time we got a chance to introduce ourselves and we talked for a long night.
and after all that situation, i am starting to like him, just like him, wondering could i get more close to him? (well, its a pathetic thought, since i just got dumped)
but after all the moment we've been through, as a friend of course!. i find him sometimes is not fun, he's kinda not fun at all, maybe we have come from a different social hang out (i guess).
i try to stop liking him but seems i can't, and when i'm not thinking about him, he came to my dreams and he actually can be really nice to me. i think is just my imagination create that dream, i hate to admit it but its ok, i think i will enjoy it.
am i obsessed on him or he's some kind of... i don't know what it is, but i'll figure it out later in the future and maybe i'll tell him that i like him someday. just like him not more.
Tuesday, 8 December 2009
teman ... FRIENDS
hey teman, kalian yang berada dekat namun terasa begitu jauh sekarang, rindu ingin berkumpul, bercanda tawa bersama, bermimpi, melihat masa depan bersama sambil duduk di tempat ketika sudah habis makanan dilahap, kita tetap duduk dengan nyaman menikmati waktu bersama karena mungkin kita, satu sama lain menyadari bahwa waktu ini tidak mungkin dapat terulang lagi.
hey, teman, kita terasa begitu jauh karena ada sekat yang kita sebut dengan waktu dan aktivitas kita yang bisa dikatakan menyita waktu. rindu ingin bertemu, bercengkrama bersama, menikmati waktu walaupun tak ada kegiatan selain tertawa dan tertawa lagi. dalam hati kita semua mungkin menangis namun tertutupi rapih dengan canda dan tawa karena kita tahu suatu waktu, cepat atau lambat kita akan dengan mudahnya terpisahkan. namun adakah ikatan yang mengikat kita dengan erat?? adakah rasa nyaman yang begitu nyamannya akan kita temukan lagi di lingkungan baru kita nanti???
hey teman, kita boleh melangkah jauh, sejauh mungkin kita mampu melangkah namun teman sejati tetaplah teman sejati yang suatu waktu bisa mengagetkan kita dengan kejutan-kejutan yang diberikan oleh TUHAN. teman, jika engkau telah jauh melangkah, teknologi manapun terkadang yang dikatakan bisa saling terus mengencangkan ikatan kita terkadang masih terasa rapuh, rapuh seperti kayu lapuk yang telah digerogoti oleh rayap, tetapi aku tahu hanya doa yang mampu menggapai dirimu teman yang telah jauh melangkah mencapai masa depan dan merealisasikan mimpi-mimpi kita. mimpi yang kita renda sendiri dan bersama-sama.
hey, teman, kita saling mengatakan sebuah mimpi dan sebuah janji bahwa suatu saat nanti kita akan berkumpul di suatu kota di antara banyak negara di dunia ini. disana kita akan saling mengenang masa lalu dan memulai lagi melukis masa depan yang seakan mengejar kita untuk menjadi lebih baik dan mungkin kita akan menghadapinya bersama-sama walaupun tiada kita saling berjalan berdampingan.
hey, teman, aku tahu di dalam hati kita, setiap memasuki episode baru di hari kita yang tak menentu kemana kita akan dibawa, kita akan dibawa kepada kejutan-kejutan yang TUHAN berikan kepada kita. namun dalam hati kita mungkin menangis karena kita semua tahu bahwa hari ini tidak mungkin akan terulang kembali dan kita hanya dapat mengenangnya kembali.
hey, teman, aku tahu kita tidak akan keman-mana, karena kita tahu, kita akan saling merindukan satu sama lain, dan kita akan saling menggapai cita-cita dan mimpi bersama-sam walaupun jarak dan waktu memisahkan tp kita tahu kita masih dan akan selalu berteman.
hey, teman,,, we kno that we love each other but we seem have a problem to say it out loud but our non-verbal languange is more powerful to say it than our verbal languange.
hey, teman "kita",,,i miss u guys,,,n this post is for us,,,,,hope we all reaching up our dreams and we're going to be success together,,,we'll see together in 10 years since 2006 (i guess,sorry forgot) in s'pore....hahahahahahahahhahahah
hey, teman, kita terasa begitu jauh karena ada sekat yang kita sebut dengan waktu dan aktivitas kita yang bisa dikatakan menyita waktu. rindu ingin bertemu, bercengkrama bersama, menikmati waktu walaupun tak ada kegiatan selain tertawa dan tertawa lagi. dalam hati kita semua mungkin menangis namun tertutupi rapih dengan canda dan tawa karena kita tahu suatu waktu, cepat atau lambat kita akan dengan mudahnya terpisahkan. namun adakah ikatan yang mengikat kita dengan erat?? adakah rasa nyaman yang begitu nyamannya akan kita temukan lagi di lingkungan baru kita nanti???
hey teman, kita boleh melangkah jauh, sejauh mungkin kita mampu melangkah namun teman sejati tetaplah teman sejati yang suatu waktu bisa mengagetkan kita dengan kejutan-kejutan yang diberikan oleh TUHAN. teman, jika engkau telah jauh melangkah, teknologi manapun terkadang yang dikatakan bisa saling terus mengencangkan ikatan kita terkadang masih terasa rapuh, rapuh seperti kayu lapuk yang telah digerogoti oleh rayap, tetapi aku tahu hanya doa yang mampu menggapai dirimu teman yang telah jauh melangkah mencapai masa depan dan merealisasikan mimpi-mimpi kita. mimpi yang kita renda sendiri dan bersama-sama.
hey, teman, kita saling mengatakan sebuah mimpi dan sebuah janji bahwa suatu saat nanti kita akan berkumpul di suatu kota di antara banyak negara di dunia ini. disana kita akan saling mengenang masa lalu dan memulai lagi melukis masa depan yang seakan mengejar kita untuk menjadi lebih baik dan mungkin kita akan menghadapinya bersama-sama walaupun tiada kita saling berjalan berdampingan.
hey, teman, aku tahu di dalam hati kita, setiap memasuki episode baru di hari kita yang tak menentu kemana kita akan dibawa, kita akan dibawa kepada kejutan-kejutan yang TUHAN berikan kepada kita. namun dalam hati kita mungkin menangis karena kita semua tahu bahwa hari ini tidak mungkin akan terulang kembali dan kita hanya dapat mengenangnya kembali.
hey, teman, aku tahu kita tidak akan keman-mana, karena kita tahu, kita akan saling merindukan satu sama lain, dan kita akan saling menggapai cita-cita dan mimpi bersama-sam walaupun jarak dan waktu memisahkan tp kita tahu kita masih dan akan selalu berteman.
hey, teman,,, we kno that we love each other but we seem have a problem to say it out loud but our non-verbal languange is more powerful to say it than our verbal languange.
hey, teman "kita",,,i miss u guys,,,n this post is for us,,,,,hope we all reaching up our dreams and we're going to be success together,,,we'll see together in 10 years since 2006 (i guess,sorry forgot) in s'pore....hahahahahahahahhahahah
dua dunia
dua dunia yang sebenarnya tidak bisa disatukan oleh waktu, kata, emosi jiwa yang melanda begitu derasnya. rasa rindu yang menyesakkan dada ku pun tak mampu untuk menyatukan dua dunia yang telah memisahkan diriku dan dirinya. tanganku pun tak mampu menggapainya hanya doa yang mampu menyetuhnya namun rindu ini makin lama makin merusak jiwaku. layaknya bom yang akan meledak dengan dahsyat. ingin marah ku merusak tembok raksasa yang menghalangi dua dunia ini, mengapa harus terpisahkan bila sama sama masih punya ruh yang memberikan nafas kehidupan yang saling bersamaan, namun khayalan dan pikiranku menyatu dan menyembulkan pikiran apakah dia disana masih bernafas? apakah dia menghirup udara yang sama dengan ku, di dunia yang ku tak tahu sama atau tidak.
Subscribe to:
Posts (Atom)