post it.. post something, you think is inspiring, weird, funny, touching, heavy, easy, mad, laugh, sad, anything you want to post..
; and this is what i want to post.. the creations from shallow mind.
1. blank
2. blank..blank
3. blank..blank..blank
4. blank..blank..blank..blank
5. blank..blank..blank..blank..blank
Tuesday, 5 October 2010
Thursday, 19 August 2010
halaman ucapan terima kasih (khayalan kalau suatu saat nanti bisa menerbitkan buku)
Saya …
Saya adalah seorang manusia berkelamin perempuan, lahir 24 tahun yang lalu, di bulan desember, di tanggal 28, di tahun 1986, di Jakarta. Tidak banyak yang bisa saya sampaikan tentang diri saya. Yang saya tahu hanya, saya seorang anak perempuan dari tiga bersaudara, dan saya terlahir sebagai anak pertama dari kedua orang tua saya. Kehidupan masa kecil saya terbilang biasa-biasa saja, tetapi saya mensyukuri setiap suka dan duka yang telah saya alami selama 24 tahun saya hidup. Ketika saya mulai bisa menulis dan membaca, begitu pula ketika saya mengenal sebuah benda bernama komputer, saya mulai menyukai menulis sesuatu. Segala hal yang saya alami. Mungkin saya harus berterima kasih kepada rasa sakit hati yang pertama saya alami ketika saya duduk di kelas 2 smp, karena dengan rasa sakit hati itu, saya mulai menyukai hobi ini, merangkai kata.
Saya mungkin bukan seorang yang handal dalam merangkai kata, bukan pula seorang filsuf yang pandai menanyakan segala sesuatu hal. Tapi saya hanya merangkai kata dari keseharian kegiatan yang saya alami atau lingkungan di sekitar saya. Mungkin hasil rangkaian kata ini biasa saja tetapi saya hanya berharap semoga saja bisa menghibur anda yang membacanya dan bisa menularkan hobi saya ini. Karena saya tahu setiap manusia dianugerahi sebuah mahakarya yang luar biasa dari Tuhan yaitu akal.
Maka saya, berterima kasih kepada Tuhan YME, orang tua, adik-adik, keluarga ibu saya yang telah memberikan cerita-cerita suka dan duka yang telah diarungin bersama-sama dari awal saya terlahir di dunia hingga akhir hidup saya nanti. Terima kasih. Without you all, I’m probably nothing, and I do love you all.
Saya berterima kasih kepada sahabat-sahabat saya, yang mungkin tidak bisa saya sebutkan satu persatu, tapi kalian pasti tahu, bahwa dengan adanya kalian di dalam hidup saya, hidup ini makin terasa warna-warninya, ternyata warna itu tidak hanya hitam dan putih ya. Kalian begitu menginspirasi dengan segala tingkah laku kalian dan terima kasih kalian selalu membuat saya tertawa hingga perut ini terasa sakit. Kalian telah menjadi bagian dari perjalanan hidup saya, dan akan terus selalu ada di dalam ingatan saya. Hopefully, we could keep our friendship until the grey hair grow in our hair, changing colour doesn’t mean we have to change right?. I love you all my bestfriends.
Saya berterima kasih kepada rasa sakit hati yang pernah saya alami, karena dengan rasa itu, hobi merangkai kata ini lahir dan saya sangat, sangat berterima kasih kepada semua seniman musik yang saya kagumi dan hargai, tanpa hasil karya seni kalian, hobi merangkai kata saya ini tidak ada rasanya. Bagaikan masakan tanpa adanya bumbu garam atau lada yang membuatnya semakin gurih. Saya begitu mencintai setiap seniman musik yang ada di itunes playlist saya. Couldn’t say much more, your music, your voice, your incredible songs, have made me more inspirational than ever, so don’t stop making music hihihi. And thank God, there is music in this world. Dan terima kasih kepada semua film yang pernah saya tonton, semua koleksi dvd bajakan yang saya tata rapi di file, semua film-film itu menghibur dan menginspirasikan sekali. There’s nothing left to be original in this world, right?
Terakhir, saya berterima kasih kepada kalian yang telah membaca lembaran-lembaran kertas ini. Saya sangat senang dan terharu, kalian mau membacanya dari lembar satu ke lembar selanjutnya, saya begitu menghargai kalian dan tanpa kalian, saya juga tidak akan mampu merangkai kata-kata lagi. Mudah-mudahan bisa menghibur ya. Terima kasih once again thank you very much.
Love you all and I do really appreciate.
Annisaa Azisah
Saya adalah seorang manusia berkelamin perempuan, lahir 24 tahun yang lalu, di bulan desember, di tanggal 28, di tahun 1986, di Jakarta. Tidak banyak yang bisa saya sampaikan tentang diri saya. Yang saya tahu hanya, saya seorang anak perempuan dari tiga bersaudara, dan saya terlahir sebagai anak pertama dari kedua orang tua saya. Kehidupan masa kecil saya terbilang biasa-biasa saja, tetapi saya mensyukuri setiap suka dan duka yang telah saya alami selama 24 tahun saya hidup. Ketika saya mulai bisa menulis dan membaca, begitu pula ketika saya mengenal sebuah benda bernama komputer, saya mulai menyukai menulis sesuatu. Segala hal yang saya alami. Mungkin saya harus berterima kasih kepada rasa sakit hati yang pertama saya alami ketika saya duduk di kelas 2 smp, karena dengan rasa sakit hati itu, saya mulai menyukai hobi ini, merangkai kata.
Saya mungkin bukan seorang yang handal dalam merangkai kata, bukan pula seorang filsuf yang pandai menanyakan segala sesuatu hal. Tapi saya hanya merangkai kata dari keseharian kegiatan yang saya alami atau lingkungan di sekitar saya. Mungkin hasil rangkaian kata ini biasa saja tetapi saya hanya berharap semoga saja bisa menghibur anda yang membacanya dan bisa menularkan hobi saya ini. Karena saya tahu setiap manusia dianugerahi sebuah mahakarya yang luar biasa dari Tuhan yaitu akal.
Maka saya, berterima kasih kepada Tuhan YME, orang tua, adik-adik, keluarga ibu saya yang telah memberikan cerita-cerita suka dan duka yang telah diarungin bersama-sama dari awal saya terlahir di dunia hingga akhir hidup saya nanti. Terima kasih. Without you all, I’m probably nothing, and I do love you all.
Saya berterima kasih kepada sahabat-sahabat saya, yang mungkin tidak bisa saya sebutkan satu persatu, tapi kalian pasti tahu, bahwa dengan adanya kalian di dalam hidup saya, hidup ini makin terasa warna-warninya, ternyata warna itu tidak hanya hitam dan putih ya. Kalian begitu menginspirasi dengan segala tingkah laku kalian dan terima kasih kalian selalu membuat saya tertawa hingga perut ini terasa sakit. Kalian telah menjadi bagian dari perjalanan hidup saya, dan akan terus selalu ada di dalam ingatan saya. Hopefully, we could keep our friendship until the grey hair grow in our hair, changing colour doesn’t mean we have to change right?. I love you all my bestfriends.
Saya berterima kasih kepada rasa sakit hati yang pernah saya alami, karena dengan rasa itu, hobi merangkai kata ini lahir dan saya sangat, sangat berterima kasih kepada semua seniman musik yang saya kagumi dan hargai, tanpa hasil karya seni kalian, hobi merangkai kata saya ini tidak ada rasanya. Bagaikan masakan tanpa adanya bumbu garam atau lada yang membuatnya semakin gurih. Saya begitu mencintai setiap seniman musik yang ada di itunes playlist saya. Couldn’t say much more, your music, your voice, your incredible songs, have made me more inspirational than ever, so don’t stop making music hihihi. And thank God, there is music in this world. Dan terima kasih kepada semua film yang pernah saya tonton, semua koleksi dvd bajakan yang saya tata rapi di file, semua film-film itu menghibur dan menginspirasikan sekali. There’s nothing left to be original in this world, right?
Terakhir, saya berterima kasih kepada kalian yang telah membaca lembaran-lembaran kertas ini. Saya sangat senang dan terharu, kalian mau membacanya dari lembar satu ke lembar selanjutnya, saya begitu menghargai kalian dan tanpa kalian, saya juga tidak akan mampu merangkai kata-kata lagi. Mudah-mudahan bisa menghibur ya. Terima kasih once again thank you very much.
Love you all and I do really appreciate.
Annisaa Azisah
Friday, 13 August 2010
bandung
Saya merindukan hujan di hari itu.
Saya merindukan suasana kamar dengan lampu temaram.
Suasana romantis dengan kesendirian.
Ditemani dengan rintikan hujan kecil hingga besar
Suasana langit kelabu dan suara gelegar sang petir
Ya, makin kelabu, di hari itu.
Bandung, begitu saya merindukan kamu.
Saya rindu hiruk pikuk aktivitas kamu
Saya rindu canda tawa, air mata kamu
Saya rindu semuanya.
Saya hilang ditelan oleh waktu
Hilang ditelan rutinitas sehari-hari
Saya rindu hari-hari dimana bisa bebas berekspresi sesuka hati saya
Tanpa ada aturan yang mengikat
Saya rindu itu semua.
Adakah kamu merindukan saya, bandung?
Waktu berjalan
Orang-orang datang dan pergi
Lama diganti dengan yang baru
Baru diganti dengan yang lebih baru
Semua tidak akan pernah sama
Begitu juga dengan kamu
Semuanya berubah dan berjalan begitu cepat
Saya merindukan suasana kamar dengan lampu temaram.
Suasana romantis dengan kesendirian.
Ditemani dengan rintikan hujan kecil hingga besar
Suasana langit kelabu dan suara gelegar sang petir
Ya, makin kelabu, di hari itu.
Bandung, begitu saya merindukan kamu.
Saya rindu hiruk pikuk aktivitas kamu
Saya rindu canda tawa, air mata kamu
Saya rindu semuanya.
Saya hilang ditelan oleh waktu
Hilang ditelan rutinitas sehari-hari
Saya rindu hari-hari dimana bisa bebas berekspresi sesuka hati saya
Tanpa ada aturan yang mengikat
Saya rindu itu semua.
Adakah kamu merindukan saya, bandung?
Waktu berjalan
Orang-orang datang dan pergi
Lama diganti dengan yang baru
Baru diganti dengan yang lebih baru
Semua tidak akan pernah sama
Begitu juga dengan kamu
Semuanya berubah dan berjalan begitu cepat
Monday, 2 August 2010
silence, walk, attention, missing, mouth shut, keep in mind...
“in the silence sea, I find you, far away from the nearest light, your shadow surrounding me in the darkness”
If I look like a queen to you, would you think that I might fit in to you
Everything seem fine and comfort when I am with you
You seem make my day, make the whole day fill with smile and heartbeat
But do you feel the same ?
I don’t want to loose the smile on your face and so am I
But we need to be apart, an hours apart
Living on to our own life
Keep asking why should I need to be apart from you
While we enjoying the excitement, the journey of our chapter
Why do chapter need to have an end ?
Please don’t walk away from me, my life
You already in it, and I want another chapter with you
What would you say, If I tell you that I fall for you ?
Every people have their own complimentary
Are you mine ?
And If I could take you away from where you are now
Would you think I’m weird ?
Would you be happy with me ?
I will take you on a roller coaster of life
I will make your day, our day, with heartbeat
And live to the moment
So we won’t be able to forget it
You may not be everything to me
But you are special to me
You leave me a good memory
Driving me crazy to have that moment again with you
I fall for you since that night
The night we spend hours talking
And afterward I kept falling for you
All the times that we had
I want it back all again
Every moment I spend with you
I keep myself silence
Silence feeling inside
Feeling that I keep for you
To make you smile and laugh
To make you spend time with me
I walk, walking next to you, behind you, in front of you
I keep myself silence, I do, I do, I do fall for you
And I do pay a big attention for you
Do you even realize ?
If I look like a queen to you, would you think that I might fit in to you
Everything seem fine and comfort when I am with you
You seem make my day, make the whole day fill with smile and heartbeat
But do you feel the same ?
I don’t want to loose the smile on your face and so am I
But we need to be apart, an hours apart
Living on to our own life
Keep asking why should I need to be apart from you
While we enjoying the excitement, the journey of our chapter
Why do chapter need to have an end ?
Please don’t walk away from me, my life
You already in it, and I want another chapter with you
What would you say, If I tell you that I fall for you ?
Every people have their own complimentary
Are you mine ?
And If I could take you away from where you are now
Would you think I’m weird ?
Would you be happy with me ?
I will take you on a roller coaster of life
I will make your day, our day, with heartbeat
And live to the moment
So we won’t be able to forget it
You may not be everything to me
But you are special to me
You leave me a good memory
Driving me crazy to have that moment again with you
I fall for you since that night
The night we spend hours talking
And afterward I kept falling for you
All the times that we had
I want it back all again
Every moment I spend with you
I keep myself silence
Silence feeling inside
Feeling that I keep for you
To make you smile and laugh
To make you spend time with me
I walk, walking next to you, behind you, in front of you
I keep myself silence, I do, I do, I do fall for you
And I do pay a big attention for you
Do you even realize ?
katanya : hukum newton 1
“suatu benda tidak akan berubah jika tidak ada benda yang memaksanya untuk berubah”
ping.. one message received.
“sorry for bothering you, the only reason is, I am bored. Thank you for your understanding”
semalam sebelum pagi datang, aku merasa dia akan menghubungi, tapi tidak seperti dugaanku, aku pikir, semua akan menjadi baik. Tapi kenyataannya jauh berbeda. Pagi itu menjadi sms terakhir, aku dan dia saling berkomunikasi.
Rasa sakit atau sedih yang kurasa bukan karena perpisahan yang telah terjadi, perpisahan yang selama ini tertahan oleh rasa takut akan kenyataan yang ada di depan mata. Bahwa dia tidak akan ada lagi di hidup ku. Bukan, bukan itu rasa sakit dan sedih yang kurasakan, namun lebih kepada rasa kecewa, kenapa dia bersikap seperti itu, seolah-olah aku bukan sesuatu, yang setidaknya ada sedikit arti di dalam hidup dia.
Enam tahun bersama secara teori, secara praktek telah tujuh tahun bersama. Aku dan dia tumbuh dari seseorang yang tidak tahu menahu tentang hidup, seseorang yang saling merancang mimpi dan masa depan, untuk bisa kita saling raih dan saling mengisi. Tetapi hasil dari semua perjalanan waktu itu berakhir layaknya mainan yang telah bosan untuk dimainkan, berganti atau mendapati mainan baru. Seperti mainan sampah.
Tidak ada pertemuan, untuk saling mengakhiri dengan baik, tidak seperti dulu ketika terjadi pertemuan untuk saling memulai perjalanan waktu bersama dengan baik. Tidak, tidak ada pertemuan itu dan tidak akan pernah ada. Entah kenapa, tidak satu tetespun airmata ini jatuh. namun perih yang aku rasa dalam hati, memang perih tetapi tidak seperih dulu.
Kesimpulanku, setelah perjalanan waktu bersama, aku bukan apa-apa baginya. Kecewa, ya, aku kecewa tapi aku tidak ingin memperpanjang rasa kecewaku. Kumaafkan sikapmu sayang, kumaafkan semua kesalahanmu, kumaafkan kekuranganmu, kumaafkan kebimbanganmu, kumaafkan perbuatanmu, kumaafkan perkataanmu, kumaafkan keegoisanmu sayang, dan aku ikhlas. Dan aku tidak menyesali, kamu pernah ada di perjalanan hidup aku. Aku tidak berharap kamu memiliki perasaan yang sama, kamu memaafkan segala perbuatan, perkataan, sikap dan semuanya yang pernah aku lalui bersama kamu. biar saja menjadi urusan kamu, bukan lagi urusanku, dan memang tidak pernah menjadi urusan aku.
Ping… one message received.
“let’s just consider this as a mid life crisis, I need to find myself again, but we’re good.”
Reply message
“ok, hope you can deal your mid life crisis and hopefully you can find yourself again.”
Message sent.
Seperempat hidup telah aku lalui bersama dengan sahabat terbaikku, berakhir di media elektronik. Teknologi memang mempermudah segala urusan yang ada di dunia sekarang, tapi tidak akan pernah bisa membantu atau menjadi sebuah media untuk memutuskan atau menyelesaikan masalah yang melibatkan emosi dan perasaan diantara dua manusia. Aku dan kamu bukan robot, tapi aku dan kamu manusia, yang memiliki akal dan perasaan, ada darah yang mengalir di dalam tubuh, yang jelas membuat kita berbeda dengan robot. Tapi sayang, semua itu cuma hanya menjadi bayangan, segala sesuatunya ingin dipercepat, di pikiranmu, agar mempermudah segalanya, seperti berusaha untuk menghindar. Sudahlah tidak apa bagiku, jika memang itu jalan yang kamu pilih. Suatu saat mungkin akan terjawab, atau mungkin sudah terjawab, alasan atau stimulus apa yang membuat kamu berubah dan bersikap seperti ini.
Tetapi, tenang sayang, tak lagi aku pusing dengan segala pertanyaan itu, aku sudah memaafkanmu, and yes, we’re good. ☺
ping.. one message received.
“sorry for bothering you, the only reason is, I am bored. Thank you for your understanding”
semalam sebelum pagi datang, aku merasa dia akan menghubungi, tapi tidak seperti dugaanku, aku pikir, semua akan menjadi baik. Tapi kenyataannya jauh berbeda. Pagi itu menjadi sms terakhir, aku dan dia saling berkomunikasi.
Rasa sakit atau sedih yang kurasa bukan karena perpisahan yang telah terjadi, perpisahan yang selama ini tertahan oleh rasa takut akan kenyataan yang ada di depan mata. Bahwa dia tidak akan ada lagi di hidup ku. Bukan, bukan itu rasa sakit dan sedih yang kurasakan, namun lebih kepada rasa kecewa, kenapa dia bersikap seperti itu, seolah-olah aku bukan sesuatu, yang setidaknya ada sedikit arti di dalam hidup dia.
Enam tahun bersama secara teori, secara praktek telah tujuh tahun bersama. Aku dan dia tumbuh dari seseorang yang tidak tahu menahu tentang hidup, seseorang yang saling merancang mimpi dan masa depan, untuk bisa kita saling raih dan saling mengisi. Tetapi hasil dari semua perjalanan waktu itu berakhir layaknya mainan yang telah bosan untuk dimainkan, berganti atau mendapati mainan baru. Seperti mainan sampah.
Tidak ada pertemuan, untuk saling mengakhiri dengan baik, tidak seperti dulu ketika terjadi pertemuan untuk saling memulai perjalanan waktu bersama dengan baik. Tidak, tidak ada pertemuan itu dan tidak akan pernah ada. Entah kenapa, tidak satu tetespun airmata ini jatuh. namun perih yang aku rasa dalam hati, memang perih tetapi tidak seperih dulu.
Kesimpulanku, setelah perjalanan waktu bersama, aku bukan apa-apa baginya. Kecewa, ya, aku kecewa tapi aku tidak ingin memperpanjang rasa kecewaku. Kumaafkan sikapmu sayang, kumaafkan semua kesalahanmu, kumaafkan kekuranganmu, kumaafkan kebimbanganmu, kumaafkan perbuatanmu, kumaafkan perkataanmu, kumaafkan keegoisanmu sayang, dan aku ikhlas. Dan aku tidak menyesali, kamu pernah ada di perjalanan hidup aku. Aku tidak berharap kamu memiliki perasaan yang sama, kamu memaafkan segala perbuatan, perkataan, sikap dan semuanya yang pernah aku lalui bersama kamu. biar saja menjadi urusan kamu, bukan lagi urusanku, dan memang tidak pernah menjadi urusan aku.
Ping… one message received.
“let’s just consider this as a mid life crisis, I need to find myself again, but we’re good.”
Reply message
“ok, hope you can deal your mid life crisis and hopefully you can find yourself again.”
Message sent.
Seperempat hidup telah aku lalui bersama dengan sahabat terbaikku, berakhir di media elektronik. Teknologi memang mempermudah segala urusan yang ada di dunia sekarang, tapi tidak akan pernah bisa membantu atau menjadi sebuah media untuk memutuskan atau menyelesaikan masalah yang melibatkan emosi dan perasaan diantara dua manusia. Aku dan kamu bukan robot, tapi aku dan kamu manusia, yang memiliki akal dan perasaan, ada darah yang mengalir di dalam tubuh, yang jelas membuat kita berbeda dengan robot. Tapi sayang, semua itu cuma hanya menjadi bayangan, segala sesuatunya ingin dipercepat, di pikiranmu, agar mempermudah segalanya, seperti berusaha untuk menghindar. Sudahlah tidak apa bagiku, jika memang itu jalan yang kamu pilih. Suatu saat mungkin akan terjawab, atau mungkin sudah terjawab, alasan atau stimulus apa yang membuat kamu berubah dan bersikap seperti ini.
Tetapi, tenang sayang, tak lagi aku pusing dengan segala pertanyaan itu, aku sudah memaafkanmu, and yes, we’re good. ☺
Sunday, 14 March 2010
saya rasa
saya rasa, saya tidak akan pernah menjadi perempuan untukmu dan kamu tidak akan pernah menjadi laki-laki untukku karena dunia kita berbeda sayang. saya rasa, kita bertemu di ruang waktu yang sama. di ruang waktu yang akan dengan cepat berlalu. bagaikan pemandangan yang telah kita lewati malam itu.
perkataan klise di dunia menyadarkan kita bahwa menyayangi seseorang tidaklah harus selalu bersama pada akhirnya. cukup dengan kebersamaan yang pernah dilalui, saya rasa sudah cukup, walaupun hati akan merintih perih. rintihannya perih, merindukan kehadiranmu di sisiku. canda tawa, cerita, dan hari-hari yang pernah kita lakukan dan lalui bersama akan menjadi sebuah kenangan yang indah, yang akan diam di dalam ruang hati kita. dan, hanya kita berdua yang tahu.
saya rasa, tidak akan pernah ada penjelasan yang pasti akan kebersamaan kita ini sayang. saya rasa, Tuhan punya maksud tertentu yang masih menjadi misteri bagi kita berdua. entah misteri itu akan terungkap atau tidak, saya tidak akan pernah tahu, begitu juga dengan kamu.
rasa penasaran saya terbang begitu tinggi, tetapi saya kemudian kembali ke daratan, menyadarkan diri saya. bahwa tidak ada yang perlu saya tanyakan akan hari-hari yang telah kita lalui atau hari-hari yang akan kita lalui.
saya sadar, bahwa kita memang dari dunia yang berbeda, kamu jauh di dunia belahan barat dan aku di timur. bagaikan magnet yang saling menarik namun tidak pernah bisa bersama.
saya akan menutup hari ini dengan sebuah khayalan yang indah dan saya akan rangkai sebuah cerita tentang kita yang berakhir dengan indah, walaupun hanya akan berakhir di dalam sebuah mimpi.
tetapi saya rasa, hanya mimpi yang mampu menyatukan kita sebagai dua individu yang bisa saling berbagi, merangkai indah rasa sayang yang kita rasakan. hanya mimpi yang mampu membuat kita saling tersenyum dan tertawa dan tidak akan ada yang tahu tentang kita.
jangan pernah kamu pergi jauh dari mimpiku, karena ketika aku menyebut namamu, datanglah ke mimpiku sayang. karena hanya di dunia mimpi kita bisa saling bersama, saling jujur dengan perasaan kita.
dan pada akhirnya, saya rasa memang kita tidak akan pernah bisa bersama. saya tidak akan pernah menjadi perempuan untukmu dan kamu tidak akan pernah menjadi laki-laki untukku.
perkataan klise di dunia menyadarkan kita bahwa menyayangi seseorang tidaklah harus selalu bersama pada akhirnya. cukup dengan kebersamaan yang pernah dilalui, saya rasa sudah cukup, walaupun hati akan merintih perih. rintihannya perih, merindukan kehadiranmu di sisiku. canda tawa, cerita, dan hari-hari yang pernah kita lakukan dan lalui bersama akan menjadi sebuah kenangan yang indah, yang akan diam di dalam ruang hati kita. dan, hanya kita berdua yang tahu.
saya rasa, tidak akan pernah ada penjelasan yang pasti akan kebersamaan kita ini sayang. saya rasa, Tuhan punya maksud tertentu yang masih menjadi misteri bagi kita berdua. entah misteri itu akan terungkap atau tidak, saya tidak akan pernah tahu, begitu juga dengan kamu.
rasa penasaran saya terbang begitu tinggi, tetapi saya kemudian kembali ke daratan, menyadarkan diri saya. bahwa tidak ada yang perlu saya tanyakan akan hari-hari yang telah kita lalui atau hari-hari yang akan kita lalui.
saya sadar, bahwa kita memang dari dunia yang berbeda, kamu jauh di dunia belahan barat dan aku di timur. bagaikan magnet yang saling menarik namun tidak pernah bisa bersama.
saya akan menutup hari ini dengan sebuah khayalan yang indah dan saya akan rangkai sebuah cerita tentang kita yang berakhir dengan indah, walaupun hanya akan berakhir di dalam sebuah mimpi.
tetapi saya rasa, hanya mimpi yang mampu menyatukan kita sebagai dua individu yang bisa saling berbagi, merangkai indah rasa sayang yang kita rasakan. hanya mimpi yang mampu membuat kita saling tersenyum dan tertawa dan tidak akan ada yang tahu tentang kita.
jangan pernah kamu pergi jauh dari mimpiku, karena ketika aku menyebut namamu, datanglah ke mimpiku sayang. karena hanya di dunia mimpi kita bisa saling bersama, saling jujur dengan perasaan kita.
dan pada akhirnya, saya rasa memang kita tidak akan pernah bisa bersama. saya tidak akan pernah menjadi perempuan untukmu dan kamu tidak akan pernah menjadi laki-laki untukku.
Subscribe to:
Posts (Atom)